“Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia.”

Nelson Mandela

Waktu saya tarik mundur tepat ketika pengumuman tentang siapa saja mahasiswa PAI UMY yang lolos seleksi mengikuti PPL di Malaysia. Menggembirakan ketika terdapat nama saya tercetak dengan jelas dalam lembaran tersebut. Ya, Saya adalah salah satu dari 13 mahasiswa PAI UMY yang beruntung bisa mengikuti praktik pengalaman lapangan (PPL) di Malaysia. For your information, 13 mahasiswa PAI UMY yang berangkat ke Malaysia akan dibagi menjadi 2 kelompok. Dua kelompok tersebut ditempatkan di dua sekolah berbeda, yaitu Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) dan Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB). Saya beserta 6 orang lainnya ditempatkan di SIKL. Singkat cerita, akhirnya pada Senin malam (16/07) kami tiba di Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

Di hari yang sama dengan kedatangan rombongan mahasiswa PPL UMY di Malaysia, pada pagi harinya SIKL telah memulai tahun ajaran baru. Tahun ajaran baru adalah peristiwa dimana semua siswa dan guru telah kembali ke sekolah setelah berakhirnya liburan. Harapan-harapan baru bermunculan pada tahun ajaran baru sehingga memiliki kesan tersendiri. Harapan tersebut tumbuh tentu dari pihak sekolah, anak dan wali murid yang mengharapkan dapat berkerjasama sehingga mendapatkan hasil yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Tak memungkiri bahwa semua pasti berharap pendidikan kita semakin baik dan bisa mencetak anak bangsa yang handal yang akan berguna bagi negara dan bangsa di masa yang akan datang.

Pada tahun ajaran baru, seluruh siswa akan kembali belajar setelah menikmati masa liburan. Para siswa akan memulai jenjang yang lebih tinggi dari sebelumnya, bertemu teman-teman baru dan tentunya di ruangan yang baru. Buku pelajaran yang lama telah diganti dengan yang baru dimana lembaran demi lembaran akan dipelajari oleh siswa tersebut. Tak kalah penting adalah mendapatkan materi-materi serta bimbingan dari guru sehingga mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru. Pengetahuan tersebut dapat menjadi modal bagi siswa dalam mengembangkan segala potensi dan bakat yang ia miliki.

Saat seluruh siswa kembali belajar, semua guru (harusnya) belajar kembali. Kalaulah dilihat kasat mata, mungkin tidak perlu guru belajar kembali. Belajar disini diartikan secara luas dengan tujuan yang sangat mulia yaitu meningkatkan kompetensi. Telah menjadi rahasia umum bahwa seorang guru harus memiliki 4 kompetensi yaitu, kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian dan kompetensi professional. Belajar kembali yang dilakukan guru adalah suatu keharusan dimana memang posisi guru sangat vital dalam dunia pendidikan. Meningkatnya kompetensi guru akan menjadi salah satu langkah dalam meningkatkan mutu pendidikan. Setelah mengetahui itu semua sudah seharusnya saya atau calon guru lainnya harus terus belajar dalam meningkatkan kompetensi yang sudah dimiliki.

Mengutip perkataan Nelson Mandela “Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia” sudah semestinya seluruh warga Indonesia termasuk pemerintah sadar akan kondisi pendidikan kita saat ini. Pada sejatinya banyak dari kita yang hanya menuntut perubahan tanpa mau terlibat bergerak bersama memperbaiki pendidikan di negeri yang kita cintai ini. Saya akhiri tulisan ini dengan nada penuh harap, semoga kelak di masa-masa berikutnya pendidikan di Indonesia akan terus membaik. Aamiin. (IAM)