Seperti firman Allah dalam QS An Nisa’ ayat 9 yang artinya :

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa keaa Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar”.

Ketika dikaitkan dengan dunia pendidikan, hendaknya proses pendidikan mampu mencetak generasi yang kuat, baik secara jasmani maupun rohani. Praktek Pengalaman Lapangan(PPL) merupakan program wajib yang harus di ikuti oleh semua mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam dan memiliki bobot 4 Sks. Pada kesempatan ini kami selaku kelompok 2 yang teridiri atas 14 orang mendapat amanah untuk melaksanakan PPL di SMA Muhammadiyah 1 Bantul. Sama seperti halnya kelompok lain, kami diberi penguatan, ibaratnya supaya tahan banting saat PPL.

Hari penerjunan itu pun tiba, selama 2 bulan kami berangkat pukul 06.00 dan kembali pukul 16.00. Ada proses adaptasi yang cukup lama di dalamnya. Ada suka saat metode pembelajaran yang digunakan berhasil. Dan tidak jarang ada kecewa saat idealita tak sesuai realita. Akan tetapi hal itu menjadi evaluasi setiap harinya. Jika orientasi yang kita inginkan dari PPL  adalah nilai angka yang sempurna, tentu kita akan mudah mendapatkannya. Tinggal membuat RPP sebagus mungkin, menyusun konsep dan metode pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa, melaksanakan kegiatan pembelajaran sesuai RPP, titik. Akan tetapi esensi dari PPL kami rasa tidak instant seperti itu. Ada sesuatu yang lebih berharga yang harus kami berikan untuk mereka, nilai-nilai spiritual dan karakter. Juga ada nilai yang jauh lebih berharga dibanding angka, nilai-nilai mengabdi tanpa tapi, itu yang harus kami dapatkan.

Setiap harinya kami berkecimpung masuk kelas dengan untuk memberikan pelajaran ISMUBA, bahkan pelajaran dan penugasan yang lain saat guru yang bersangkutan berhalangan hadir. Kondisi peserta didik cukup beragam, ada yang low motivation, ada yang sulit untuk fokus ketika pelajaran, ada yang sulit untuk diajak shalat sunnah maupun shalat wajib, dll. Disanalah kami mencoba mengambil peran, melakukan pendekatan kultural, berbagi cerita mengenai penagalaman, menganai cita-cita hingga menyisipkan motivasi di dalamnya. Alhamdulillah kami juga berkesempatan untuk dekat dengan mereka saat ada agenda Lomba Tonti, Tracking HW dan Milad SMA Muhammadiyah 1 Bantul.

Perjalanan singkat selama 2 bulan itu kami tutup dengan mengadakan seminar motivasi. Siswa kelas X hingga XII mengikuti acara tersebut hingga usai. Ada deraian air mata yang mengiringi ucapan pamit kami. Tidak sedikit siswa yang memberikan kenang-kenangan, meminta kami untuk sering berkunjung, bahkan komunikasi dengan siswa melalui sosmed masih berjalan baik sampai saat ini.

Sebuah perjalanan dan pelajaran yang berharga. Semoga menjadi bekal yang cukup untuk menempuh perjalanan panjang mencerdaskan kehidupan bangsa.