Selain dituntut untuk menguasi keterampilan mengajar, seorang guru juga harus memiliki keterampilan di luar keterampilan mengajar. Tidak hanya berkutat dengan siswa dan pengajaran saja. Banyak keterampilan yang bisa diasah di luar itu, terlebih jika keterampilan yang diasah dapat menunjang dalam pengajaran.

Mahasiswa PPL PAI FAI UMY di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) mendapat kesempatan untuk ikut serta dalam Pelatihan Jurnalistik TB, Online, dan Medsos bersama para staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Johor Bahru. Pihak KJRI Johor Bahru menggandeng Metro TV untuk menjadi narasumber dalam pelatihan ini.

Pelatihan jurnalistik diadakan 2 hari, Jum’at, 27 Juli 2018 dan Sabtu, 28 Juli 2018. Pelatihan ini mendatangkan narasumber dari Metro TV yaitu Bapak Budiyanto, jurnalis senior Metro TV. Bapak Budiyanto merupakan salah satu wartawan yang pernah disandera oleh pasukan Mujahidin di Irak. Beliau banyak bercerita tentang pengalaman beliau meliput kejadian-kejadian di Irak, Baghdad dan Yordania. “Dalam membuat berita, utamakan akurasi, akurasi, dan akurasi,” kata beliau. Dan sekarang menjadi jargon utama Metro TV.

Di samping berbagi pengalaman meliput di daerah konflik, Bapak Budiyanto juga banyak memberikan materi menganai pengambilan gambar, teknis dan sistematika menulis berita dan seputar jurnalistik di belakang layar. Mahasiswa PPL FAI UMY di Sekolah Indonesia Johor Bahru (SIJB) merasakan manfaat yang sangat banyak setelah mengikuti pelatihan jurnalistik. Selain mendapat pengalaman mengajar di sekolah, mendapat pengetahuan seputar jurnalistik. Kedepannya, diharapkan dengan mendapatkan pengalaman pelatihan jurnalistik, mahasiswa PPL PAI FAI UMY dapat menerapkan di dunia pendidikan dan dapat menunjang ketrampilan dalam mengajar. (Okita Maya)