Kenapa Saya Bisa Exchange?

Mei 14, 2018 oleh : superadmin-pai

“Doa tanpa usaha adalah bohong. Usaha tanpa doa adalah sombong”

 

Judul di atas menjadi pertanyaan yang kerap sekali mampir ketika saya mulai memposting di akun social media saya bahwa saya hendak exchange. Pertanyaan yang mampir lebih kepada mendapatkan infodari mana sebenarnya? Jawaban saya sebenarnya singkat sekali, kampus saya khususnya jurusan saya mengadakan program exchange. Beruntung! Ia kami yang menjadi bagian dari mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta adalah orang beruntung. Dikarenakan kami bisa ikut serta berlomba untuk bisa terpilih dan mengikuti program exchange. Keberuntungan kedua adalah program ini bukan hanya diselenggarakan dengan sesama universitas di Indonesia melainkan Universitas luar negri. Tepat sekali, Universitas Malaya. Adalah sebuah universitas pertama yang berdiri di Malaysia dan menduduki salah satu Universitas terbaik di Malaysia.

Jadi, memang tidak semua bisa mengikuti program exchange semaunya. Lebih kepada apakah dikampus kita mengadakan program exchange dengan kampus lain atau tidak dan apakah jurusan kita di kampus juga memiliki program exchange dengan kampus luar atau tidak? Itu mempengaruhi keterlibatan dan bisa atau tidaknya kamu mengikuti program exchange.

Selain itu, banyak juga prasangka yang mampir dalam benak teman-teman adalah jurusan apa? Ketika saya jawab jurusan Pendidikan Agama Islam. Ada juga beberapa orang yang merasa kaget. Ada juga ya? Pendidikan Agama Islam bisa ikut exchange ? saya jawab, tentu bisa. Saya dan ketiga teman saya telah menjadi angkatan ketiga dalam program exchange ini di Jurusan Pendidikan Agama Islam. Memang, biasanya yang mengadakan program Exchange adalah jurusan Hukum, Hubungan International, Ekonomi, dan lain-lain. sekarang, Pendidikan Agama Islam pun bisa. Asalkan exchange dengan jurusan yang sesuai ya. Jangan di Universitas non islam. Rasanya nggak sinkron sahaja.

  1. Jadilah pemburu bukan sekedar menunggu

Selain itu, ketika kita mengetahui bahwa universitas kita memiliki program exchange setiap tahunnya maka bergeraklah untuk memburu bukan untuk menunggu. Saya ingat lagi, sepertinya saya bukan mahasiswa yang direkomendasikan atau diminta untuk ikut program exchange. Yah benar. Karena mendengar berita yang belum tahu juga kebenarannya bahwasanya ada segelintir mahasiswa yang memang diminta dosen untuk ikut serta seleksi program exchange. Tentu mahasiswa itu mahasiswa cemerlang. Tapi saya tidak. Saya memburu sendiri bukan diminta. Hehehe. (mengingat kata cemerlang, adalah tugasan tutorial bersama dr. Azrien, subjek Penilaian Pendidikan Islam di University of Malaya)

Cermat dalam mencari informasi, itu yang harus dilakukan. Sering-sering melihat madding kampus biasanya akan menghasilkan informasi baru setidaknya informasi seminar literasi hihihi. Setelah dapat informasi, lalu apa?

  1. Baca dengan baik apa yang akan kamu dapatkan ketika mengikuti program Exchange.

Jangan sekedar ingin ikut tanpa motivasi. Setidaknya yang paling penting, lihat rincian biaya yang harus kita tanggung dan yang akan universitas tanggung. Jika semua full universitas akan tanggung, langsung sikat kesempatan itu jangan biarkan lewat. Namun, jika masih melibatkan biaya sendiri, jangan mengambil keputusan sepihak.

Lihat, apa saja yang harus menjadi tanggungan pribadi dan apa saja yang harus menjadi tanggungan universitas. Lalu, sampaikan kepada orang tua karena mereka yang akan bertanggung jawab membiayai kita nanti. Terlebih dahulu sebelumnya memang memiliki  niatan saja untuk menjajal kuliah di luarnegri harus kamu lakukan dengan memberitahu kedua orang tua dahulu. Meminta ridha adalah jalan untuk kemudahan semua urusan kehidupan kita.

Saya punya teman selama exchange di University of Malaya ini. mereka juga student exchange yang berasal dari salah satu kampus di Indonesia. Saya ingin berbagi pengalaman mereka kepada kalian. Bagi saya ini pengalaman yang bagus. Kedua tema saya ini terpilih dalam student exchange yang diadakan oleh kampusnya, karena biaya seputar exchange di tanggung oleh mahasiswa. Mereka lalu mengajukan proposal kepada beberapa pihak, baik itu ke kampus, dan yang berpengaruh pada lembaga pendidikan. Setelah itu, proposal mereka berbalas dengan biaya yang mereka dapatkan sehingga selama exchange mereka mendapatkan biaya dari kampus dan hanya menanggung biaya makan saja.

Tetapi, yang namanya student exchange adalah kampus akan tetap membiayai prihal biaya perkuliahan. minimal itu hihihi. Tetapi di universitas saya khususnya jurusan saya ada banyak yang ditanggung universitas. Bagi kamu adek tingkatan saya yang ingin ikut program student exchange tahun depan. Ikut aja… universitas kita baik sekali.  (Tulisan Vita Septi Susanti)